Kemampuan untuk melihat menembus berbagai benda telah lama menjadi impian berbagai orang.
Impian tersebut menjadi kenyataan setelah penemuan mesin sinar-X yang terutama digunakan dalam aplikasi kesehatan.
Mesin sinar-X tidak diragukan telah menyelamatkan banyak sekali orang dengan masalah kesehatan yang mustahil dideteksi tanpa kehadiran mesin ini.
Dalam artikel ini akan diulas mengenai sejarah sinar-X.
Sinar-X
Sinar-X sebenarnya merupakan radiasi elektromagnetik yang membawa energi, yang diserap oleh beberapa zat tetapi tidak oleh zat lain.
Salah satu contoh penggunaan sinar-X adalah untuk mendiagnosa terjadinya patah tulang. Pada prosedur ini, radiasi sinar-X diproyeksikan pada bagian tubuh yang mengalami patah tulang.
Mesin sinar-X akan menembakkan foton yang menembus tubuh dan sebagian diserap tulang. Foton yang tidak diserap lantas tertangkap pada film yang menunjukkan gambar tulang beserta patah atau retak yang terjadi.
Selain dalam bidang kesehatan, pemindaian sinar-X juga luas digunakan dalam bidang lain seperti untuk memindai bagasi penumpang di bandara, atau mencari benda-benda berbahaya tersembunyi seperti bom atau senjata api.
Penemuan Sinar-X
Pada bulan November 1895, Wilhelm Rontgen, seorang profesor fisika dari Jerman menemukan sinar-X saat meneliti tabung Crookes (tabung yang berisi gas untuk mempelajari elektron).
Secara tidak sengaja, setelah membungkus salah satu tabung dengan karton hitam tipis, ia melihat bahwa sebagian cahaya berhasil melewati karton.
Setelah penyelidikan lebih lanjut, Rontgen menemukan bahwa sinar tersebut juga bisa melewati kertas, buku, bahkan tangan istrinya.
Foto yang dihasilkan dari tulang tangan istrinya tercetak lengkap dengan cincin yang dikenakannya. Foto ini dikreditkan sebagai foto sinar-X bagian tubuh manusia yang pertama.
Sejak saat itu, teknologi sinar-X semakin berkembang. Dua ilmuwan yang berjasa besar dalam pengembangan sinar-X adalah Nikola Tesla dan Thomas Edison yang membuat pemindaian sinar-X menjadi prosedur standar dalam rumah sakit modern.
Teknologi Baru
Pada awal tahun 1920-an, disadari bahwa penggunaan tabung Crookes tidak bisa diandalkan lagi. Untuk menghasilkan arus, tabung harus terisi sebagian dengan gas, yang pasti akan diserap oleh kaca dan akhirnya mengarah pada emisi sinar-X yang tidak optimal.
Tabung Crookes juga dianggap tidak efisien karena harus selalu diganti setelah terbakar. Kondisi ini lantas mendorong digunakannya tabung Coolidge yang menggunakan filamen dari tungsten dan dipanaskan melalui arus listrik.
Tabung Coolidge jauh lebih efisien daripada tabung Crookes dan masih digunakan dalam pengobatan modern dan merupakan dasar bagi sebagian besar mesin sinar-X saat ini.
Penggunaan di Bidang Kesehatan
Menjadi salah satu alat yang paling berguna di bidang kesehatan, ahli radiologi menggunakan pemindaian sinar-X untuk menghasilkan gambar struktur internal tubuh pasien.
Hal ini memungkinkan berbagai diagnosa seperti patah tulang, mencari kemungkinan adanya tumor, dan bahkan melihat saluran pencernaan dapat dilakukan dengan lebih akurat.
Dengan menggunakan ‘ruang ion’ yang terletak antara pasien dan film sinar-X, ahli radiologi dapat mengatur jumlah paparan radiasi yang diemisikan ke pasien.
Keamanan
Berbagai jenis mesin sinar-X digunakan untuk aplikasi yang berbeda. Sebagai contoh, mesin sinar-X di bandara menghasilkan radiasi yang sangat rendah sehingga aman digunakan.
Masa Depan
Seiring kemajuan teknologi, prosedur sinar-X juga mengalami kemajuan. Pada tahun 1980-an, teknologi sinar-X laser sempat diusulkan, namun kemudian ditinggalkan karena keterbatasan kemampuan teknologi saat itu.
Namun, teknologi yang terus berkembang memungkinkan mesin sinar-X masa depan berukuran lebih kecil, kurang berbahaya, dan yang paling penting memiliki kemampuan pindai lebih baik sehingga berpotensi menyelamatkan lebih banyak pasien.[]
Via: http://feedproxy.google.com/~r/OkeTips/~3/Wq99FdLA9Rg/